fbpx

KEUTAMAAN ISTIGHFAR (PERMOHONAN AMPUN KEPADA ALLAH SWT)

Sumber gambar: islom.uz

Sebagai hamba kita sadar diri bahwa kita ini tidak luput dari dosa, baik dosa yang kita sengaja, maupun dosa yang tidak kita sengaja. Allah SWT telah memberikan solusi bagi kita semua atas dosa-dosa yang bertumpuk-tumpuk dan bertubi-tubi yang kita telah lakukan, agar kita selamat dari keburukan dunia dan keburukan akhirat.

Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Sayyidina Abdullah bin Abbas RA berkata: “ Barangsiapa tekun beristighfar, maka Allah memberikan solusi untuk setiap kesuntukan (kesumpekan) yang ia alami, dan jalan keluar (solusi) untuk setiap kesempitan (masalah) yang ia alami, serta Allah akan selalu memberinya rejeki dari arah yang tidak pernah bisa ia duga”. (HR Ibnu Dawud, Nasai, Ibu Majah, Al Hakim, dan Baihaqi).

Rasullulah SAW mengajarkan kepada kita untuk tekun istighfar, dan Allah menjanjikan dengan istighfar tersebut bukan cuma dosa yang diampuni, namun diberikan solusi untuk masalah kita, terutama masalah rejeki.

Dalam hadist yang lain, Rasullulah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim berbuat sebuah dosa, melainkan malaikat menunggunya hingga tiga saat, jika sebelum itu ia beristighfar atas dosanya tersebut, maka malaikat tidak akan mencatatnya dan kelak dihari kiamat Allah tidak akan menyiksanya”. (HR Al-Hakim).

Berdasarkan kedua hadist diatas, maka dapat kita saksikan betapa maha pemurahnya Allah SWT. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak rajin-rajin minta istighfar kepada Allah SWT, karena istighfar itu memberikan banyak bonus. Rasullulah SAW sendiri sebagai manusia yang maksum dari segala kekuarangan dan dosa, yang dilindungi Allah dari segala keburukan, beliau rajin beristighfar. Maka Sayyidina Umar bin Khattab RA mencatat, sekali duduk kami menghitung Nabi Muhammad SAW mengucapkan istighfar sebanyak tujuh puluh hingga seratus kali kepada Allah SWT. Dalam sebuah riwayat, disebutkan kalimat yang diucapkan oleh Nabi Muhammad SAW: “Duhai Allah ampuni aku dan beri aku kemampuan untuk bertobat, sesungguhnya Engkau Maha Memberi dan menerima tobat serta Maha Penyayang”. (HR Tirmidzi).

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kita semua sebagai umatnya, agar dalam satu hari sedikitnya kita istighfar selama tujuh puluh kali. Dalam sebuah hadist disebutkan suatu ketika dalam sebuah perjalanan, tiba-tiba Nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada para sahabat untuk beristighfar kepada Allah SWT, beliau bersabda: “Beristigfarlah kalian kepada Allah SWT”. Maka para sahabatpun beristighfar kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW  berkata: “Hendaknya kalian sempurnakan istighfar kalian sebanyak 70 kali.” Maka para sahabatpun menyerpurnakan istighfarnya sebanyak 70 kali. Kemudian Nabi Muhammad SAW bersabda: “ Tidaklah seorang hamba lelaki maupun perempuan beristighfar kepada Allah sebanyak tujuh puluh kali dalam sehari semalam, melainkan Allah mengampuni tujuh ratus dosanya. Dan sungguh merugi seorang hamba lelaki maupun perempuan yang dalam sehari semalam berbuat dosa lebih dari tujuh ratus dosa”. (HR Ibnu Abud Dunya, Baihaqi, dan Asbahani).

Dengan istighfar 70 kali dalam sehari, yakinlah Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa kita. Tentunya istighfar yang dilakukan dengan kesungguhan, dengan permohonan ampun kepada Allah. Yang namanya istighfar adalah meminta ampun dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar mengampuni dosa kita, dengan lisan mengucapkan astaghfirullah sedang hati memohon ampun kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT mengampuni kita semua dan memberikan kita taufik agar rajin beristighfar kepadaNya, sehingga Allah SWT menjadikan kita menjadi hamba yang dicintaiNya dan kelak kita kembali kepada Allah SWT tanpa satu dosa pun yang ada dalam catatan keburukan kita. Aamiin …


Sumber: Keutamaan Istighfar; Kalam Nabi; Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Tags:

Leave a Reply