fbpx

Analogi Membentuk Pikiran Positif

Bagaimana membentuk pikiran yang selalu indah, positif, riang, dan mudah?

Tanamkan pikiran dalam benak Anda, bahwa Anda adalah sebuah mahakarya.

***

Anda pasti tahu di Florence, terdapat sebuah museum yang istimewa yang sengaja dibangun sebuah patung David yang diciptakan oleh Michelangelo beberapa ratus tahun yang lalu. Patung itu barangkali termasuk sebuah karya patung yang paling indah di dunia.

Banyak pengunjung yang berkomentar ketika berada secara fisik di dalam ruangan yang sama dengan patung tersebut, bahwa itu sebuah pengalaman yang tidak akan pernah dilupakan.

Cerita tentang pembuatan David sangat menarik dan mengandung pelajaran berharga. Dulu Michelangelo diminta secara khusus oleh keluarga Medicis untuk menciptakan sebuah patung yang akan diletakkan di alun-alun kota Florence.

Keluarga Medicis merupakan salah satu keluarga yang kaya raya dan terpandang di Italia pada zaman tersebut. Sebuah pesanan khusus oleh keluarga Medicis bukan hanya berarti sebuah kehormatan besar; pesanan seperti ini juga sebuah tugas yang tidak dapat ditolak begitu saja.

Selama dua tahun penuh, Michelangelo mencari sebongkah batu yang dapat dia pergunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya bagi keluarga Medicis.

Akhirnya, dipinggir sebuah jalan di Florence, separuh tertutup semak belukar dan tertimbun lumpur, dia menemukan sebongkah besar pualam diatas sebuah titian kayu. Batu tersebut bertahun tahun sebelumnya telah diangkut dari pegunungan, tetapi tidak pernah dipergunakan orang.

Michelangelo telah melalui jalan itu berkali kali, tetapi kali ini dia berhenti dan menatap batu tersebut lebih dekat lagi. Ketika dia maju mundur mengamati bongkahan pualam itu, dengan jelas dia dapat membayangkan patung David dan melihatnya di dalam batu tersebut secara keseluruhan.

Sang seniman pun dengan segera membawa bongkahan pualam itu ke studionya yang cukup jauh dari tempat ditemukannya batu tersebut. Dia kemudian memulai pekerjaannya yang panjang dan berat, memalu, dan memahat.

Diperlukan dua tahun penuh baginya untuk bekerja menciptakan gambaran kasar patung tersebut. Dia kemudian menyisihkan palu dan pahatnya, dan menghabiskan dua tahun lagi untuk memoles dan menghaluskan sampai patung itu benar-benar siap.

Pada saat itu, Michelangelo telah menjadi seorang pematung yang terkenal, dan kabar bahwa dia sedang mengerjakan sebuah pesanan khusus dari keluarga Medicis telah menyebar ke seatero Italia.

Ketika waktunya tiba untuk mempertontonkan patung tersebut kepada publik, ribuan orang datang dari seluruh Italia dan berkumpul di alun-alun kita.

Ketika selubung yang menutupi patung dibuka, kerumunan massa yang berada di sana tercengang dengan mulut ternganga. Orang banyak bersorak sorai.

Para pengunjung merasa kagung melihat kecantikan luar biasa patung hebat itu. Michelangelo dengan segera dikenal sebagai pematung hebat pada zamannya.

Sesudah itu, ketika Michelangelo ditanya bagaimana dia dapat menciptakan sebuah mahakarya seperti itu, dia menjawab dengan mengatakan bahwa dia telah melihat David dengan lengkap dan sempurna pada batu pualam yang dia temukan. Yang dia lakukan hanyalah “membuang apa-apa yang bukan David”.

sumber gambar: accademia.org

Terdapat beberapa kesamaan antara Anda dan patung David. Andapun kurang lebih seperti sebuah mahakarya hebat yang terdapat dalam sebongkah pualam.

Akan tetapi, pualam yang menutupi Anda, seperti juga kebanyakan orang lain, adalah pemikiran yang sempit dan terbatas serta kekhawatiran yang berlebihan terhadap kemungkinan kerugian dan kegagalan. Bukannya antisipasi penuh semangat menyongsong datangnya kesuksesan dan keberhasilan.

Agar dapat menyadari potensi kita, hal mendesak yang perlu kita lakukan adalah “menjebol pemikiran terbatas” kita dengan memimpikan impian yang besar dan membayangkan berbagai kemungkinan yang tidak terbatas.

Namun, ingatlah, bahwa setelah David dibebaskan dari batu pualamnya, Michelangelo membutuhkan dua tahun penuh untuk memoleskan dan menghaluskannya, demi menjadikannya sebuah mahakarya. Demikian juga kita.

Kita yang harus meneruskannya, memoles dan menghaluskan, belajar dan berlatih, selama berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun demi mengembangkan dan mengeluarkan sebuah bakat dan kebiasaan yang terdapat jauh dalam diri kita.


Sumber:

‘Memahat itu Butuh Waktu’ dari buku “Sadar Kaya”; Mardigu WP.

Leave a Reply